Hari Jumat, 20 Juni 2025, jadi hari yang nggak biasa di Surau Ka'bah Nyiak Tuah, Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Pagi itu, suasana surau yang biasanya tenang mendadak jadi semarak. Pasalnya, Bapak Bupati Agam, Beni Warlis, hadir langsung dalam rangka melantik Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) tingkat Sekolah Dasar Kabupaten Agam periode 2024–2028.
Acara pelantikan berlangsung khidmat. Rangkaian acaranya terpusat di lantai atas Surau Ka'bah, yang juga menjadi ruang pelatihan kami selama beberapa hari terakhir. Selesai acara pelantikan, ternyata Pak Bupati tidak langsung pulang. Beliau melakukan inspeksi mendadak alias sidak ke tempat pelatihan kami yang sedang berlangsung di lantai dua surau. Dan di sinilah cerita makin seru!
Sidak ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini bagian dari program unggulan Bupati Agam sendiri yang bertajuk “Kembali ke Surau.” Tujuannya luar biasa mulia: menghidupkan kembali fungsi surau sebagai pusat kegiatan masyarakat, bukan hanya untuk ibadah, tapi juga sebagai ruang edukasi dan pelatihan.
Pak Bupati sangat antusias melihat pelatihan yang sedang kami jalani. Ada temu sapa ramah, sesi diskusi ringan, dan tentu saja momen foto bareng yang penuh senyum. Kami juga sempat melaporkan progres pelatihan yang sudah berjalan beberapa hari. Beliau tampak bangga karena kegiatan pelatihan ini ternyata benar-benar memberi ruang bagi anak muda untuk berkembang — langsung dari surau!
Setelah sesi temu ramah bersama Bapak Bupati, kami lanjut menyelami materi pelatihan. Hari itu kami masuk ke sesi lanjutan dari pelatihan sebelumnya: belajar editing foto dan desain produk menggunakan aplikasi Canva.
Pada hari sebelumnya, dua teman kami, Nadia dan Nanda, sudah membawakan materi pengantar mengenai cara edit foto dan membuat desain promosi lewat Canva. Penjelasannya asik, nggak bikin ngantuk. Kita dikenalkan dari dasar-dasar seperti cara crop, atur warna, sampai bikin layout konten yang estetik dan cocok untuk promosi produk.
Setelah paham dasarnya, kami langsung praktik: membuat desain produk masing-masing. Ada yang bikin poster, ada yang pilih flyer, dan ada juga yang fokus di Instagram post. Semuanya dikerjakan langsung di Canva sambil menerima arahan dan masukan dari teman-teman trainer kami.
Canva benar-benar memudahkan proses desain. Bagi yang baru pertama kali buka aplikasi ini, pasti langsung merasa nyaman. Tampilannya simpel, fitur-fiturnya jelas, dan yang paling penting: banyak banget template siap pakai! Mau bikin promosi makanan, minuman, produk kecantikan, jasa servis motor, atau jualan online — semua sudah ada template-nya.
Kami tinggal ganti warna, masukkan foto produk sendiri, ganti teks, dan... voila! Jadi desain yang kece.
Walau Canva mempermudah segalanya, bukan berarti nggak ada tantangan. Salah satu kendala yang kami alami adalah ketika harus memilih konsep desain yang tepat. Banyak di antara kami bingung: “Template mana ya yang cocok buat produkku?”, atau “Warna dan font-nya pas nggak ya buat target market?”
Proses ini kadang bikin waktu habis hanya untuk milih template aja. Tapi justru di sinilah seni dan proses berpikir kreatifnya terasa. Kita diajak nggak cuma bisa klik dan jadi, tapi juga belajar bagaimana membuat desain yang relatable, menarik, dan punya ciri khas produk kita sendiri.
Setelah makan siang, shalat Jum'at dan kunjungan dari Pak Bupati, kami lanjut ke sesi berikutnya: membuat katalog produk digital. Materi ini sudah dibahas di pagi hari tadi oleh Pak Delvi di lantai atas Surau Ka'bah — bertepatan dengan momen pelantikan KKKS.
Katalog produk ini nantinya bisa digunakan untuk branding dan promosi masing-masing produk secara profesional. Saya pribadi membuat katalog dengan tiga halaman utama:
Halaman Pertama (Cover):
Di sini saya tampilkan nama brand produk, jenis produk, dan ajakan menarik untuk membeli — semacam tagline atau promosi singkat.
Halaman Kedua (Isi Menu):
Halaman ini berisi uraian singkat dari setiap produk, lengkap dengan harga dan deskripsi singkat. Contohnya, “Taro Boba – Rp5.000 – Rasa taro yang creamy dipadu dengan boba yang kenyal .”
Halaman Ketiga (Cara Order & Testimoni)
Di bagian akhir, saya tampilkan cara pemesanan, nomor WhatsApp, beberapa testimoni pelanggan, serta promo menarik (misalnya, Beli 5 gratis 1 cup es krim).
Pelatihan ini bukan hanya tentang skill digital. Lebih dari itu, ini tentang semangat kolaborasi, kreativitas, dan cinta terhadap warisan lokal. Di tengah arus digitalisasi, program “Kembali ke Surau” dari Pak Bupati Beni Warlis membuka jalan agar tempat-tempat tradisional seperti surau tetap hidup dan relevan.
Kami pulang hari itu dengan banyak pelajaran — bukan hanya tentang Canva, desain, atau katalog produk — tapi juga bagaimana teknologi dan budaya bisa bersatu dalam satu ruang yang hangat: Surau.
“Senang banget bisa belajar desain langsung dari teman-teman, apalagi ada Pak Bupati juga yang support program ini. Bikin tambah semangat!”
— Rani, peserta pelatihan, pelaku UMKM (Usaha Sanjai Koto Tuo)
“Dulu saya pikir Canva itu rumit, ternyata seru banget. Langsung bisa bikin desain yang cakep buat IG!”
— Dedi, peserta pelatihan, pelaku UMKM (Usaha Laundry)
Buat kamu yang belum pernah ikut pelatihan seperti ini, jangan ragu untuk ikut gelombang berikutnya! Siapa tahu dari sini, produk lokal kamu jadi viral berkat desain yang ciamik. Dan yang pasti, surau jadi lebih hidup dan bermakna.

