Halo! Nama saya Febrino Yasfer, biasa dipanggil Rino. Saya berasal dari Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam. Lewat tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman berharga mengikuti Pelatihan Digital Marketing yang diadakan oleh BLK Kabupaten Agam. Siapa tahu cerita ini bisa jadi inspirasi buat kamu yang lagi mikir untuk mulai belajar bisnis online.
Awal Mula: Berkat Instagram, Bisa Belajar Gratis!
Saya tahu info pelatihan ini dari akun Instagram BLK Agam. Karena memang dari dulu saya suka dunia digital, apalagi saya juga lagi merintis usaha minuman boba, saya langsung daftar. Alhamdulillah, saya diterima jadi salah satu dari 16 peserta terpilih dari berbagai kecamatan, mayoritas dari wilayah Ampek Angkek.
23 Hari Penuh Ilmu di Surau Ka'bah
Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 28 Mei sampai 28 Juni 2025, selama 23 hari kerja. Lokasinya di Surau Ka'bah, Nagari Panampuang. Tempatnya memang sederhana, tapi justru bikin suasana belajar lebih akrab dan santai.
Mayoritas peserta sudah punya usaha, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, jasa digital, sampai produk UMKM lainnya. Materi pelatihan dipandu oleh Pak Delvi Sismanto, founder Potensa.id. Gaya ngajarnya asyik, penuh motivasi, banyak ice breaking, jadi gak tegang meski materinya serius.
Pak Delvi bukan hanya mengajarkan tentang strategi pemasaran digital, tapi juga menyelipkan banyak hal menarik seperti psikologi bisnis, pengenalan karakter diri, dan cara membangun personal branding yang kuat dan berpengaruh. Saya pribadi merasa lebih mengenal diri saya setelah sesi-sesi tersebut.
Kami diajarkan hal-hal praktis seperti cara membuat deskripsi usaha, analisis pasar, strategi pemasaran digital, dan perencanaan konten media sosial. Intinya, semua yang diajarkan bisa langsung dipraktikkan di bisnis masing-masing.
Selain itu, kami juga dikenalkan dengan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, WhatsApp Bisnis, dan Shopee.
Belajar Foto Produk Modal HP Kentang? Bisa!
Salah satu materi favorit saya adalah fotografi produk. Awalnya saya kira foto produk itu tinggal jepret aja pakai HP. Tapi ternyata, hasilnya gak selalu bagus, apalagi kalau cuma modal HP kentang spesifikasi rendah.
Kami diajari teknik dasar seperti Rule of Third, yaitu meletakkan objek di pertemuan garis-garis grid agar fotonya lebih seimbang dan enak dilihat. Fitur grid ini ada di hampir semua HP, tinggal diaktifkan saja.
Karena alat terbatas, kami berkreasi bikin photobox sendiri dari kardus bekas. Lubangnya dilapisi mika putih, bagian dalam pakai karton putih, ditambah tiga sumber cahaya sederhana. Hasil foto produk langsung kelihatan lebih cerah, bersih, dan minim bayangan.
Tentu saja prosesnya penuh tantangan, mulai dari atur pencahayaan, cari properti seadanya, sampai kadang produk yang difoto malah langsung habis dimakan bareng-bareng setelah sesi foto, hahaha.
Dari sini saya sadar, foto produk gak harus mahal asal kreatif. Dengan trik sederhana dan HP seadanya pun, hasilnya tetap bisa estetik!
Ngulik Editing Video Pakai CapCut
Selain foto, kami juga belajar editing video pakai aplikasi CapCut. Aplikasi gratis ini buatan ByteDance (perusahaan yang bikin TikTok) dan fiturnya lengkap banget, cocok untuk pemula.
Yang bikin belajar makin seru, pematerinya adalah teman sendiri, Iqbal dan Ridho. Suasana belajar santai, gak canggung, dan semua langsung dipraktikkan pakai HP masing-masing.
Kami diajarin cara install, login, kenalan sama tampilan aplikasi, sampai editing dasar seperti potong video, tambah musik, transisi, teks, efek animasi, sampai slow motion. Saya sendiri langsung praktek edit video produk boba saya, hasilnya lumayan buat konten media sosial.
CapCut ini cocok banget buat yang mau belajar edit video tanpa ribet dan gratis. Siapa tahu, dari iseng-iseng edit, malah jadi peluang bisnis baru.
Belajar Jualan di Shopee, Gak Cuma Upload Produk!
Di era digital, jualan lewat e-commerce kayak Shopee jadi peluang besar, bahkan buat produk digital. Hal ini saya pelajari waktu ikut sesi bersama Isra, teman kami yang udah berpengalaman jualan jasa mentoring online di Shopee.
Isra ngajarin mulai dari bikin akun, buka toko, sampai cara isi etalase produk. Untuk produk digital kayak jasa mentoring UMPTKIN, etalase toko diisi dengan poster promosi, deskripsi, dan keterangan pengiriman via chat atau email.
Kami juga diajari pasang promo kayak gratis ongkir, voucher diskon, sampai strategi pasang iklan biar produk lebih mudah ditemukan. Selain itu, kami belajar cara memantau pesanan, cetak struk, sampai memahami proses retur atau komplain.
Dari sini saya belajar, jualan di Shopee itu butuh strategi, gak cukup cuma upload produk terus nunggu pembeli datang.
TikTok Shop: Peluang Besar, Tantangan Besar
Sesi paling membuka mata adalah waktu belajar tentang TikTok Shop dan Tokopedia bareng Kak Rany, teman kami yang udah sukses jualan jilbab instan di TikTok Shop.
Awalnya saya pikir, jualan di TikTok Shop itu tinggal upload produk aja. Ternyata, gak semudah itu!
Kak Rany harus live streaming minimal 2 jam setiap hari biar tokonya muncul di FYP (For You Page). Bahkan dia pakai empat HP sekaligus: buat live, cek stok, baca komen, dan komunikasi.
Saya sendiri sempat coba buka akun TikTok Shop, tapi akun saya langsung diblokir karena dianggap melanggar ketentuan, padahal saya merasa gak salah apa-apa. Proses bandingnya ribet dan memakan waktu.
Dari sini saya paham, jualan di TikTok Shop memang punya peluang besar, tapi juga butuh mental kuat, komitmen, dan siap belajar terus.
Tambahan Ilmu: Meta Ads & Google Ads
Selain materi resmi dari KKNI Disperindag dan Kemennaker, kami juga dapat materi tambahan tentang Meta Ads dan Google Ads, dua senjata penting buat promosi digital.
Apa itu Meta Ads?
Meta Ads adalah layanan iklan berbayar dari Meta (induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp). Lewat Meta Ads, kita bisa pasang iklan yang ditargetkan sesuai audiens, misal berdasarkan usia, lokasi, atau minat.
Prosesnya simpel:
✅ Buat akun di Meta Business Suite
✅ Pilih tujuan iklan, misal: naikin penjualan, trafik website, atau brand awareness
✅ Tentukan target audiens
✅ Atur budget dan durasi iklan
✅ Desain konten iklan (foto/video)
✅ Jalankan dan pantau hasilnya
Kelebihan Meta Ads adalah jangkauannya luas banget, bahkan bisa sekaligus tampil di Instagram dan Facebook.
Apa itu Google Ads?
Google Ads adalah layanan iklan dari Google. Iklan kita bisa muncul di hasil pencarian Google, YouTube, atau website mitra Google.
Cara kerjanya:
✅ Buat akun di Google Ads
✅ Pilih jenis iklan: Search, Display, atau YouTube Ads
✅ Tentukan kata kunci yang sesuai produk kita
✅ Atur audiens, budget, dan durasi iklan
✅ Buat konten iklan
✅ Jalankan dan monitor performa
Keunggulan Google Ads adalah iklan kita bisa muncul tepat saat orang lagi nyari produk atau jasa yang kita tawarkan.
Kesimpulan: Siap Mental, Siap Belajar, Siap Sukses!
Selama 23 hari di Surau Ka'bah, saya gak cuma dapat ilmu teknis, tapi juga pengalaman, relasi, dan semangat baru buat terus belajar. Jualan online memang butuh proses, mental kuat, dan konsistensi.
Mau sukses? Gak cukup cuma modal upload produk atau edit video asal-asalan. Semua butuh strategi, belajar terus, dan siap terima segala kemungkinan, termasuk gagal.
Terima kasih BLK Agam, Pak Delvi, para pemateri, dan teman-teman peserta. Semoga kami semua bisa sukses di dunia digital dan jadi inspirasi buat yang lain.
Buat kamu yang lagi mikir mulai bisnis online, jangan tunggu-tunggu. Coba dulu, belajar, nikmati prosesnya, dan jangan takut gagal. Siapa tahu, sukses kamu berawal dari tempat sederhana kayak Surau Ka'bah ini.

