Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengikuti pelatihan digital marketing yang diadakan di Surau Ka'bah. Tempatnya sederhana tapi suasananya hangat dan penuh semangat belajar. Materi utama kali ini adalah seputar pemanfaatan platform e-commerce TikTok Shop dan Tokopedia untuk berjualan online.
Yang lebih menarik, pemateri kami adalah teman sendiri, Kak Rany. Perempuan yang satu ini sudah malang melintang di dunia TikTok Shop selama beberapa tahun terakhir. Produk andalannya adalah jilbab instan—produk simpel tapi selalu punya pasar. Melalui TikTok Shop, Kak Rany membangun brand kecil-kecilan yang kini mulai dikenal, meski perjalanannya jauh dari kata mudah.
Pelatihan dimulai dengan langkah dasar, yaitu membuat akun di TikTok Shop dan Tokopedia.
Cara Membuat Akun TikTok Shop:
- Langkah 1: Buka situs https://seller.tiktok.com melalui browser.
- Langkah 2: Klik "Daftar Sekarang".
- Langkah 3: Pilih metode pendaftaran, bisa menggunakan akun TikTok pribadi, email, atau nomor HP.
- Langkah 4: Lengkapi data bisnis seperti nama toko, alamat, nomor HP aktif, dan email.
- Langkah 5: Unggah dokumen pendukung seperti KTP dan NPWP (jika ada).
- Langkah 6: Tunggu proses verifikasi. Biasanya memakan waktu 1-2 hari kerja.
Membuka Toko di TikTok Shop
- Setelah akun diverifikasi, masuk ke dashboard Seller.
- Isi nama toko, deskripsi singkat, dan unggah logo.
- Pilih kategori produk yang sesuai.
- Atur metode pembayaran dan pengiriman.
- Klik "Simpan".
Memasukkan Produk ke Etalase Toko TikTok Shop:
- Masuk ke dashboard Seller.
- Klik "Tambah Produk".
- Upload foto produk yang menarik dan jelas.
- Isi detail produk seperti nama, deskripsi, harga, dan stok.
- Pastikan kategori dan kata kunci sesuai agar mudah ditemukan.
- Klik "Simpan".
Cara Menerapkan Promo (Gratis Ongkir & Lainnya) TikTok Shop :
- Di dashboard, pilih menu "Promosi".
- Aktifkan program "Gratis Ongkir" sesuai ketentuan.
- Bisa juga membuat voucher diskon, cashback, atau bundle produk.
Cara Pasang Iklan TikTok Shop:
- Masuk ke "TikTok Ads Manager".
- Pilih jenis iklan: Brand Awareness, Traffic ke Toko, atau Penjualan.
- Atur target audiens berdasarkan usia, lokasi, dan minat.
- Tentukan budget harian dan durasi iklan.
- Upload konten iklan (video promosi produk).
- Klik "Kirim" dan tunggu persetujuan.
Proses Pesanan, Cetak Struk, & Pengiriman
Melihat Pesanan:
- Cek dashboard TikTok Shop atau Tokopedia Seller.
- Di menu "Pesanan", terlihat status pesanan masuk.
Cetak Struk:
- Buka detail pesanan.
- Klik "Cetak Label Pengiriman".
- Tempel label pada paket.
Pengiriman:
- Setelah produk dikemas, pilih jasa pengiriman.
- TikTok Shop biasanya bekerja sama dengan kurir seperti J&T, SiCepat, dll.
- Antar ke drop point atau tunggu kurir pick-up.
Pelacakan, Return, & Komplain
- Setelah paket dikirim, nomor resi otomatis muncul.
- Penjual dan pembeli bisa melacak status pengiriman.
- Untuk retur atau komplain, gunakan fitur "Pusat Resolusi" di TikTok Shop atau Tokopedia.
- Ikuti proses mediasi yang disediakan.
Bagian ini cukup bikin kami tercengang. Ternyata, jadi seller di TikTok Shop bukan cuma soal upload produk.
Kak Rany harus live streaming 2 jam setiap hari agar algoritma TikTok mengenali tokonya dan memunculkannya di FYP (For You Page). Bayangin aja, harus tetap ramah ke kamera, senyum, ngobrol seolah-olah ada banyak penonton, padahal kadang nggak ada yang nonton sama sekali.
"Kadang aku harus pura-pura ada yang nanya 'Kak, spill dong bahannya', padahal mah itu akal-akalan biar rame," cerita Kak Rany sambil ketawa getir.
Belum lagi, Kak Rany harus pakai 4 handphone sekaligus. Satu buat live, satu buat cek komen, satu buat cek stok produk, dan satu lagi buat komunikasi atau backup.
Capeknya nggak main-main, tapi katanya, kalau udah komitmen, ya harus dijalani.
Jujur, setelah dengar semua itu, saya makin penasaran. Saya pun coba buat akun TikTok Shop sendiri.
Awalnya lancar, saya upload produk. Tapi beberapa jam kemudian, akun saya langsung diblokir karena katanya melanggar ketentuan. Sampai sekarang saya nggak ngerti salah saya di mana.
Proses banding pun terasa rumit dan berbelit-belit. Formulir harus diisi detail, kadang balasan dari pihak TikTok lama, dan hasilnya pun nggak pasti.
Sejak itu, saya agak trauma. Rasanya TikTok Shop ini seperti medan tempur yang keras. Di satu sisi, peluangnya besar, tapi di sisi lain, aturannya ketat dan prosesnya melelahkan.
Pelatihan kali ini benar-benar membuka mata saya. TikTok Shop dan Tokopedia memang jadi peluang besar buat jualan, tapi nggak semudah yang terlihat.
Saya salut sama Kak Rany yang tetap semangat meski harus struggle tiap hari. Live 2 jam, pura-pura rame, pegang 4 HP, tetap senyum meski capek.
Buat saya pribadi, pengalaman ini cukup bikin mikir ulang. Tapi setidaknya, saya jadi paham gambaran real-nya dan tau apa yang harus dipersiapkan.
Jualan online? Bisa! Asal siap mental, siap belajar, dan siap menerima semua kemungkinan, termasuk gagal.
Semoga pengalaman ini bermanfaat buat kalian yang lagi mikir buat terjun ke TikTok Shop. Siap mental ya!

